Selamat jalan Yan
Siang itu 01 April 2008 kira-kira jam 12 siang Yan akan berangkat kerja, ibunya menawarkan diri untuk bonceng sampai ke tempat kerja karena mereka bekerja di tempat yang sama. “Ibu berangkat duluan saja, nanti aku belakangan!”, Ibu pun berangkat.
Sampai di tempat kerja dan melihat jam sudah menunjukan 14:00, dalah hati Ibu berkata, “Kemana si Yan jam segini belum datang, mungkin dia ga masuk?”
Dan cerita pun dimulai, 1 jam kemudian setelah si Ibu berangkat, Yan pun mulai mengendari Satria F150 nya berangkat dari rumah. Saat di jalan raya Daan Mogot dengan asyiknya dia menarik gas, tiba-tiba didepannya ada sepeda motor nge-Rem mendadak. Banting setir ke kanan, Naas dari belakang sebuah angkot menghajar dan Yan terhempas ke jalan dengan helmet terlepas dari kepalanya. Mungkin kepala membentur Jalanan atau Trotoar, orang-orang di sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung menghampirinya. Yang membuat kami kesal adalah adanya segelintir orang yang memanfaatkan kejadian tersebut untuk memperkaya diri mereka. Dompet, tas, telepon genggam dan Helmet raib dari tempat kejadian. Mungkin ini kejadian yang kesekian kali kita dengar, tapi begitu teganya mereka melakukan hal tersebut.
Sang supir angkot tidak melarikan diri, dia langsung membawa Yan kerumah sakit terdekat dan menyerahkan dirinya ke Kantor Polisi. Pihak rumah sakit kesulitan untuk menghubungi keluarga karena tidak ada identitas sama sekali dan korbanpun kurang begitu ditangani pada masa kritisnya.
Polisi pun mengambil tindakan dengan mencari data atas nama siapa Nomor Polisi motor Satria tersebut. Keesokan harinya 2 April 2008 pada jam 9 pagi, rumah keluarga dididatangi oleh polisi. Mereka diminta untuk segera datang ke rumah sakit dan melihat korban di kamar Kamboja. Sampai rumah sakit tidak disangka bahwa kamar kamboja adalah kamar Jenazah, dan mereka mendapat informasi bahwa Yan telah meninggal dunia pada 1 April jam 5 sore. Duka pun meliputi keluarga kami, sampai sekarang kejadian tersebut masih seperti mimpi.
Selamat jalan Yan, adik sepupu ku yang ramah dan sopan, semoga kau mendapat kelapangan di sisiNya. Cinta dan doa kami selalu menyertaimu.
Saya berharap kejadian ini menjadi salah satu contoh untuk kita agar selalu menerapkan Aman Berkendara (Safety Riding), jangan lupa untuk Klik Helmet, gunakan Spion, dan perhatikan kecepatan anda.
