Violence in School

Tidak hanya menghebohkan warga Pati – Jawa Tengah tapi berita ini membuat kuatir para orang tua yang anaknya masih berada dalam usia pendidikan. Violence in schools (Kekerasan Dalam Sekolah) yang sempat ada di pikiran saya, bisa anda bayangkan sekumpulan geng siswi Sekolah Menengah Atas terekam dalam video ponsel sedang memukuli seorang siswi yang ingin bergabung dengan geng tersebut. Mau masuk geng harus dipukul, injak-injak, hormat dengan benar layaknya seorang tentara dan perlakuan keras lainnya.

Apakah mereka pernah menerima Child Abuse or they are insane? Kejadian ini menambah satu lagi citra buruk para pemuda generasi penerus bangsa. Apakah tayangan televisi dan film bioskop menjadi sebuah konsumsi yang meracuni pikiran mereka dan membuat mereka ingin seperti dalam tayangan film dan televisi tersebut? Anda bisa jawab?

Beberapa anggota dari geng tersebut kini sudah menjadi tersangka dan sekarang masih mendekam dalam sel, sungguh sangat disayangkan pernah melawati masa muda dalam sebuah sel.

Saya juga pernah muda, anda juga pasti pernah muda dan Adrenaline selalu memacu kita. Ada baiknya kita yang sudah mempunyai pengalaman diwaktu remaja seperti mereka dapat merangkul mereka dan memberi pandangan yang dapat memotivasi mereka melakukan kegiatan yang lebih postif seperti ngeBlog :P . Tidak perlu remaja satu RW paling tidak dari lingkungan keluarga terdekat seperti adik atau keponakan kita. Tidak ada maksud untuk menggurui tapi hanya sekedar ajakan karena ini merupakan suatu hak dan kewajiban untuk kita. Stop Violence, the war will break this world to pieces*.

*Pure Saturday’s – Enough lyrics

23 Comments

  1. nengbiker says:

    dulu mudanya umur berapa?

    xixixixixi

  2. Dino says:

    Siswi!!??
    berarti cewek nih?
    Gila.. ngeri juga..

  3. Rere says:

    Kayaknya mereka cuma nyari sensasi…
    soalnya mukulnya kurang beneran gitu, hehehehehe :P

  4. ayaelectro says:

    hem, kekerasannya kalo masih dalam batas2an yang tidak berlebihan seperti di tv-tv itu ya masih bisa dimaklumi. walaupun kekerasan dalam bentuk apapun tidak benar. ya kekerasan harus benar2 dihilangkan dalam dunia pendidikan agar seorang anak bisa mengecap pendidikan dengan bahagia.

  5. jimmy says:

    setelah emansipasi wanita yang diperjuangkan kartini, sekarang cewek pun sekarang gak mau kalah dari cowok dalam segala hal, termasuk kekerasan dan geng-gengan

  6. nicolea says:

    mungkin lagi pengen jadi “wonder woman” :P

    nicoleas last blog post..demam leopard dimulaiii…

  7. wennyaulia says:

    ndak tua..ndak muda…semua demen berantem
    duh duh… :D

  8. Yoyo says:

    yang jelas, Nero-nya Pati ini, kampring abis….. :)

  9. indrasaree says:

    Kekerasan dalam bentuk apapun gak bisa dimaklumi dong. Apapun alasannya. Kalau cari sensasi ya yang lain, aja. Kalau cuma biar masuk geng digituin kan bisa cari cara lain misalnya diguyur air, kek. Lagian geng BOdoh+TOLol gitu aja, apa pentingnya si. Umur segitu bukan lagi insane. Umur segitu waktunya mikir: mau nyari kerja atau kuliah? Makanya pantes banget ditahan di sel.

    Emosi, deh, gue. Btw, thanks dah mampir di blog saya… :-)

    indrasarees last blog post..Will Migraine Ever Be Cured?

  10. bayu says:

    tapi dams, kegiatan positif itu kan hanya untuk orang yang udah tua… :P

    bayus last blog post..The Happening, The Fall, Hulk dan Kung Fu Panda

  11. utchanovsky says:

    Agree with you sir, kenapa kita gak sama-sama duduk di Bangku Taman*

    *) Pure Saturday juga

  12. Supermance says:

    Ampun deh, kayaknya semakin kesini, semakin bobrok kelakuan para : instansi pemerintah, lembaga pemerintah, pendidikan pemerintah, … oh pemerintah Indonesia … :(

  13. immoz says:

    Geng cewe? Dasar wanita2 goblok yg gk make otak. Bkn perkumpulan i2 yg damai2 aj lah. Betul mas, ngeblog emang positif.

  14. andre says:

    Wah jaman udah semakin tua. kata om Dedy Mizwar kiamat udah dekat.yah jaman EDAN gitu lho ,klo gak ikut gila gak kebagian makanya dipuas2kan kekerasan didunia abis klo tar udah disono gak bisa pukul2an lagi,kalee.

  15. uwiuw says:

    sy pribadi tumbuh disekolah menghalalkan kekerasan. kalau bapak orang bandung, pasti pernah dengan sma 7 bdg. kemiripan antar kami dan mereka adalah menikmati. kami menikmati berkelahi. sy curiga kalau kami waktu itu lebih mirip sekumpulan orang stress daripada anak sekolah. umur segitu lagi rentan mencari jati diri. Tapi kalau dipikir2 kamu cuma mengekspresikan lingkungan.

    walau lingkungan tidak menampilkan kekerasan dalam bentuk menyerang orang lain, tapi tetep terasa kalau ada kekerasan. kekerasan vermal misalnya saat ada anak yg tidak bisa mengerjakan soal di papan tulis. kritikan atau bahkan yg paling menyebalkan saat ada guru / orang tua/ tetangga yg mengatakan kamu itu ngak akan bisa mewujudkan mimpimu. sekalipun kamu bekerja sampai mati tetep sj kamu ngak akan berhasil.

    saat seseorang tidak dihormati karena umur, dan dikritik karena punya mimpi maka itu adalah kekerasan yg sama buruknya dengan membuat orang lain koma, sekalipun tidak termasuk tindakan pidana. kekerasan terjadi dimana mana. cuma disurga saja yg ngak ada kekerasan :) hehehe kepanjangan, yah :)

  16. wangsa says:

    Dari maish di sma 22 tahun yang lalu, masuk dunia perkulihan hingga menjadi guru di almamater, biasanya memang ada kekerasan. Tapi memang bentuknya berbeda-beda. Jangan kaget melotot pun udah “kekerasan terhadap siswa”. Hehehehe

    wangsas last blog post..January Wrap-Up

  17. adams says:

    iya siswi, iya cewe… iya gila…

  18. harr51 says:

    farahh farahh sechan :D halah

  19. adams says:

    halah… om harri wibowo bisa ajah :P

  20. wah pantes bay, ternyata lo udah tua :D

  21. hahaha… pengalaman pribadi yah :D
    btw thx yah komennya…

Leave a Reply