<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Adam Sundana WeBlog &#187; Keluarga</title>
	<atom:link href="http://adams.web.id/category/keluarga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adams.web.id</link>
	<description>Pengejaran Terhadap Mimpi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 12:11:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>RUMAH ITU SELALU ADA DI MIMPIKU</title>
		<link>http://adams.web.id/2009/07/24/rumah-itu-selalu-ada-di-mimpiku/</link>
		<comments>http://adams.web.id/2009/07/24/rumah-itu-selalu-ada-di-mimpiku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 18:59:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adam Sundana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Blog Kompetisi]]></category>
		<category><![CDATA[PropertyKita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adams.web.id/?p=453</guid>
		<description><![CDATA[Tiba-tiba saja pagi itu anak-anak berlarian ke luar rumah sambil tertawa terbahak-bahak sambil menatap orang tua mereka, melihat cucu kami yang mulai menirukan gaya seorang rocker yang sedang melantunkan tembang rock yang saya tidak kenal karena sudah bukan waktunya untuk mendengarkan lagu-lagu keras seperti dulu. Dari kejauhan aku tersenyum sambil melanjutkan memotong rumput yang sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/hl4m5J185umyPDsUxu92Ng?feat=embedwebsite" rel="nofollow" ><img class="alignleft" style="border: 2px solid black; margin: 5px;" src="http://lh3.ggpht.com/_32GQJIYO6Mg/SmirxvvInrI/AAAAAAAAAyo/12wPT4t8sh8/s800/Rumah%20Impianku.jpg" alt="" width="318" height="245" /></a>Tiba-tiba saja pagi itu anak-anak berlarian ke luar rumah sambil tertawa terbahak-bahak sambil menatap orang tua mereka, melihat cucu kami yang mulai menirukan gaya seorang rocker yang sedang melantunkan tembang rock yang saya tidak kenal karena sudah bukan waktunya untuk mendengarkan lagu-lagu keras seperti dulu.</p>
<p>Dari kejauhan aku tersenyum sambil melanjutkan memotong rumput yang sudah mulai tinggi di halaman depan, istriku dengan setia menemani sambil memegang sebuah keranjang sampah yang sudah tidak menarik lagi warnanya.<br />
&#8220;Coba itu lihat cucumu, persis kelakuan anakmu saat dia mulai bisa bernyanyi!&#8221;, sambil tersenyum dia menatap.<br />
&#8220;Darah rockernya kental mengalir, yah seperti kakeknya ini!&#8221;, sambutku.<br />
Meskipun jarak kami agak jauh dari teras rumah, tapi hingar-bingar dua keluarga anak-anak kami terdengar dengan senangnya.</p>
<p>Dua anak putra-putri, dua menantu dan tiga orang cucu mengisi kesepian kami saat mereka datang berkunjung di akhir pekan. Tidak banyak yang kami lakukan, hanya senda-gurau untuk mengobati rasa rindu sepasang kakek-nenek yang mulai menghabiskan masa tua di rumah yang kami idam-idamkan lebih dari tiga puluh tahun lalu.</p>
<p>Meskipun saat ini modelnya sudah ketinggalan tapi keringat dan kasih sayang kami untuk membangun rumah tersebut tidak akan pernah meninggalkan kesan. Tawa, tangis, emosi, ide-ide konyol dan guratan-guratan pensil warna karya maestro kecil yang selalu kami cat kembali setiap tahunnya masih terasa sampai hari ini.</p>
<p>Tiga kamar tidur, sebuah ruang keluarga yang mewakili ruang tamu dan dapur serta ruang makan seadanya tidak banyak berubah sejak pertama kali kami membuatnya. Dua kamar anak-anak kami menjadi penawar rindu saat mengingat mereka tumbuh menjadi pribadi seorang manusia. Tempat tidur dan lemari pakaian mereka masih pada posisi yang sama saat mereka meninggalkan untuk membangun sebuah keluarga.<br />
<span id="more-453"></span><br />
Sore harinya mereka mengajak kami untuk duduk-duduk sambil melihat anak mereka berlarian di halaman rumah, dua kursi tempa yang kami letakkan di halaman tersebut cukup membuat kami santai menghabisi sore hari dengan cerita dan keluh kesah mereka sehari-hari.<br />
&#8220;Hidup&#8230; keluarga ini hidup, tidak jauh meleset dari mimpi Ayah dulu!&#8221;<br />
&#8220;Waow&#8230; Ayah kita ternyata punya mimpi&#8230;&#8221;, sambil memainkan alis mata sebelah kirinya Mauza menggodaku.<br />
&#8220;Iya, tidak satupun kekecewaan itu hadir sampai hari ini, dan kalian membuat Ayah dan Ibu bahagia!&#8221;, &#8220;Nikmatilah hidup kalian agar bisa berkumpul seperti ini saat tua nanti!&#8221;, lanjutku.</p>
<p>Dan anak-anak mereka masih asyik berlarian sampai salah satunya terjatuh, dengan segera neneknya menggendong karena tangisnya memecah pembicaraan kami. Adzan Maghrib berkumandang, kami pun bergegas masuk ke dalam rumah.<br />
Usai sholat Maghrib dan makan malam kami berkumpul diruang keluarga melanjutkan pembicaraan sore tadi, tidak ada topik yang berat dalam pembicaraan tersebut.</p>
<p>Aku berdiri dari tempat duduk berencana mengambil segelas air di meja makan, dahaga ini terasa haus. Tapi saat melewati lorong menuju meja makan, Bukkk&#8230; kepala ini membentur salah satu sisi dinding lorong, mereka berlari dengan kagetnya menuju badan ini yang sudah terlentang di lantai.<br />
Sayup-sayup suara mereka memanggilku, &#8220;Ayah&#8230; Ayah&#8230; Kakek&#8230; Kakek&#8230;&#8221;, ada suara tangis juga namun terdengar jauh di telinga ini.<br />
Sambil mencoba menahan sakit kepala dan sayup-sayup suara mereka yang masih terdengar, ingatan ini mencoba merunut semua kejadian sejak kami pindah ke rumah ini. Menurunkan barang-barang dari mobil yang mengangkut kepindahan, kemudian saat anak kedua kami lahir, boks bayi yang kami lipat karena sudah tidak terpakai, pernikahan anak-anak, lebaran dirumah ini. &#8220;Ayahh&#8230;&#8221;, sayup itu terdengar lagi.</p>
<p>Masih&#8230; runutan itu masih terlintas, banyak dan terus sampai aku mulai mengingat saat kamarin sore mereka datang membawakan kami sebuah bingkai foto mereka, aku dan istriku yang memotong rumput, obrolan sore di taman.<br />
Dan mata ini mulai gelap&#8230; gelap&#8230; &#8220;Ayah&#8230; Ayah&#8230; Ayah&#8230;&#8221;, mulai terdengar ada yang merengek di telinga ini dan semakin kecil suaranya sambil menggoyangkan badan ini. Mungkin sampai disini Cinta dan Hidupku di Rumah Impianku ini&#8230;</p>
<p>&#8220;Ayah&#8230; Ayah&#8230; Ayah&#8230;&#8221;, sambil merengek, &#8220;Ayah&#8230; ayo kita lari pagi&#8230; kan Ayah libur&#8221;, Mauza kecilku merengek disebelahku.<br />
Sambil tersenyum dan ber-Istighfar dalam hati ini bicara, &#8220;Mimpi akan rumah itu datang lagi hari ini&#8230;&#8221;, semoga mimpi itu terus datang untuk memacuku mengejar mimpi itu membangun rumah kami dengan Cinta dan Kasih Sayang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adams.web.id/2009/07/24/rumah-itu-selalu-ada-di-mimpiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jalan &#8211; Jalan ke Monumen Nasional</title>
		<link>http://adams.web.id/2008/12/28/jalan-jalan-ke-monumen-nasional/</link>
		<comments>http://adams.web.id/2008/12/28/jalan-jalan-ke-monumen-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2008 17:29:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adam Sundana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Monas]]></category>
		<category><![CDATA[Monumen Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adams.web.id/?p=365</guid>
		<description><![CDATA[Liburan bersama Mauza dan Fitri kali ini saya sempatkan untuk jalan-jalan ke Monumen Nasional (MONAS). Mencoba mengenalkan kepada Mauza seperti apa sih bentuk Monas, karena pada saat kami kasih tahu bahwa kita akan ke Monas pada hari sabtu, dia terus bertanya, &#8220;Monas apaan sih Ayah?&#8221; Senang rasanya kami bisa tertawa bersama, mungkin target &#8220;jalan-jalan&#8221; berikutnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/OE8dt_FaCoEIfJUj6YGzAw?feat=embedwebsite" rel="nofollow" ><img class="alignleft" src="http://lh3.ggpht.com/_32GQJIYO6Mg/SVZFVG54p1I/AAAAAAAAAb0/WfwqxnzPYmc/s288/CIMG4240.JPG" alt="" width="100" height="134" /></a> Liburan bersama <a href="http://adams.web.id/2005/12/13/ahmad-maulana-faiz-adam/"title="Mauza" >Mauza</a> dan <a href="http://www.new.facebook.com/profile.php?id=1582449339&amp;ref=ts" rel="nofollow" title="Fitri" >Fitri</a> kali ini saya sempatkan untuk jalan-jalan ke Monumen Nasional (MONAS). Mencoba mengenalkan kepada Mauza seperti apa sih bentuk Monas, karena pada saat kami kasih tahu bahwa kita akan ke Monas pada hari sabtu, dia terus bertanya, &#8220;Monas apaan sih Ayah?&#8221;</p>
<p>Senang rasanya kami bisa tertawa bersama, mungkin target &#8220;jalan-jalan&#8221; berikutnya saya akan coba ajak dia ke Kebun Binatang Ragunan. Ada yang mau ikut?</p>
<p>Menggunakan Busway adalah sarana yang tepat untuk menuju Monas, karena jika menggunakan Motor saya rasa tidak Safety karena berpenumpang lebih dari dua orang. Melalui Koridor Pulo Gadung &#8211; Harmoni kemudian pindah ke Arah Blok-M, Busway dengan tarif murahnya sudah memberikan kenyamanan dan keamanan pada kami sampai tiba di Halte Monas.</p>
<p>Sempat ambil beberapa gambar untuk mengabadikan acara jalan-jalan ini untuk bernostaslgia di masa depan <img src='http://adams.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/Yc97fXzRGXgWaWbylFjSsQ?feat=embedwebsite" rel="nofollow" ><img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_32GQJIYO6Mg/SVYzDgdlLVI/AAAAAAAAAbE/dlKr6SjIfec/s288/CIMG4218.JPG" alt="" width="216" height="288" /></a></p>
<p><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/0NU9iHmRXewVYXUMcjNBEg?feat=embedwebsite" rel="nofollow" ><img src="http://lh3.ggpht.com/_32GQJIYO6Mg/SVY9HQ_3FTI/AAAAAAAAAbo/ZlKn3Rdou5s/s288/CIMG4208.JPG" alt="" width="216" height="288" /></a></p>
<p><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/kMYalmVA5wEzfzOYLK7SXg?feat=embedwebsite" rel="nofollow" ><img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_32GQJIYO6Mg/SVY3CK1r_hI/AAAAAAAAAbY/R_VUTQv73sU/s288/CIMG4239.JPG" alt="" width="288" height="216" /></a></p>
<p><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/B-5nkTUkd5HQnH_UGp69-Q?feat=embedwebsite" rel="nofollow" ><img class="alignnone" src="http://lh4.ggpht.com/_32GQJIYO6Mg/SVY4BlBL5sI/AAAAAAAAAbg/Riam7x5OcWw/s288/CIMG4224.JPG" alt="" width="288" height="216" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adams.web.id/2008/12/28/jalan-jalan-ke-monumen-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dengan Kijang Jelek, Akhirnya Bersua</title>
		<link>http://adams.web.id/2008/07/19/dengan-kijang-jelek-akhirnya-bersua/</link>
		<comments>http://adams.web.id/2008/07/19/dengan-kijang-jelek-akhirnya-bersua/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 15:17:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adam Sundana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Blog Kijang]]></category>
		<category><![CDATA[Blog Kompetisi]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Kijang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adams.web.id/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Libur Lebaran Tahun 2007 lalu, kami habiskan di Bandung. Kali ini kita sekeluarga naik Kijang kesayangan anakku, meskipun bukan milik sendiri tapi Kijang tersebut sudah serasa milik pribadi karena hampir setiap acara selalu naik Kijangnya Opa. &#8220;Kijang Jelek Opa&#8221;, itu sebutan kesayangan Mauza anakku untuk mobil favoritnya. Kenapa Kijang Jelek, karena Kijang Opa lebih tua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Libur Lebaran Tahun 2007 lalu, kami habiskan di Bandung. Kali ini kita sekeluarga naik <em>Kijang</em> kesayangan anakku, meskipun bukan milik sendiri tapi <em>Kijang</em> tersebut sudah serasa milik pribadi karena hampir setiap acara selalu naik <em>Kijang</em>nya Opa. &#8220;<em>Kijang Jelek</em> Opa&#8221;, itu sebutan kesayangan Mauza anakku untuk mobil favoritnya. Kenapa <em>Kijang Jelek</em>, karena <em>Kijang</em> Opa lebih tua umurnya dibanding <em>Kijang</em> Mama (Mama itu istri Opa, tapi Mauza terbiasa dengan memanggil mereka Mama &amp; Opa, ga matching kan <img src='http://adams.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  )</p>
<p>Waktu itu, kita berangkat tengah malam dari Jakarta ke Bandung di hari pertama lebaran karena harus ketemu dengan keluarga Engkong (papa saya) di Tebet. Orang tua dan adik-adikku datang ke rumah mertua, karena kita mau jalan dan keluargaku mau sekalian ke Tebet maka kita hantarkan mereka, sekalian sowan dengan keluarga Engkong. Hmmm&#8230; <img src='http://adams.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  untungnya naik <em>Kijang</em>, semua bisa masuk. Aku, Fitri, Mauza, kedua Mertua dan adik ipar, tidak hanya mereka tapi kedua orang tua dan kedua adikku juga masuk semua. <strong>Cukup </strong>dan <strong>Pas</strong> adalah dua kata yang mewakili saat kita jalan ke Tebet.</p>
<p>Setelah bertemu beberapa saat dengan keluarga di Tebet, kami melanjutkan perjalanan ke Bandung tanpa kedua orang tua dan adikku. Tanpa halangan dan kemacetan kami tiba di Bandung lewat tengah malam. Bertindak sebagai juru mudi adalah Joko adik iparku, ngebut sih tidak dan Bandung sudah di depan mata.<br />
Tiba di rumah adik mertuaku, mata sudah tidak mau diajak kompromi tapi Mauza merengek minta lihat <em>Kijang Jelek</em>nya. &#8220;Ayah, kasihan <em>Kijang Jelek</em> Opa sendirian di luar!&#8221;, dasar Mauza, &#8220;<em>Kijang</em> kan mobil jagoan, makanya berani!&#8221;, bantahku, maklum mata sudah tidak kuat. &#8220;Oke ayah.&#8221; Untung dia masih bisa diajak kompromi <img src='http://adams.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pagi harinya rencana kita semua pergi ke Kawah putih, bayak juga motor yang naik ke arah sana, mobil berhenti dan bergerak sedikit-sedikit. Kawah Putih tinggal cerita deh, mertuaku ambil keputusan, &#8220;Lain kali kita coba ke sini lagi, sekarang kita ke rumah Bu&#8217;de Nden yang ada di daerah Ciwidey&#8221;. Bu&#8217;de Nden itu adik dari ipar mertuaku. Mereka sudah lebih dari 10 tahun tidak pernah ketemu. Dulu mertuaku pernah tinggal dan diasuh olehnya. Ya sudahlah, si <em>Kijang Jelek</em> diputar balik turun menembus motor-motor yang mulai semerawut, libur kok ketemu macet kayak di Jakarta. Hari pertama kita lewatkan di rumah Bu&#8217;de Nden dengan cerita kenangan manis mereka.</p>
<p>Hari berikutnya kami berangkat ke Garut buat ketemu sahabat mertuaku, kali ini bukan cuma 10 tahun tidak bertemu tapi lebih dari 20 tahun. Macet jalur mudik bakal menjadi teman di jalan menuju Garut, tapi untuk ketemu dengan sahabat seperjuangannya kami nikmati saja perjalanan tersebut. Jalan naik turun juga macet seperti di puncak Bogor cukup melelahkan, belum lagi sistem buka tutup yang diatur oleh Polantas yang membuat kita dialihkan untuk tidak melewati jalur umum di cagak Nagrek. Alhasil harus lewat daerah Patok Besi yang memutar jauh dan benar-benar lewat jalur alternatif <img src='http://adams.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  . Bukan cuma si <em>Kijang Jelek</em> yang nyasar, di belakang ada 1 mobil sedan bernomor polisi Jakarta yang kebingungan mencari jalan masuk ke kota Garut. Alhamdulillah, setelah tanya sana sini akhirnya tiba juga di Garut.<br />
Tantangan berikutnya adalah mencari rumah sahabat mertuaku, dia cuma ingat kalau rumahnya ada di belakang RSU Garut. Sudah tanya di daerah situ ternyata sudah pindah, untung ada tetangga yang punya nomor kontaknya. Dasar sudah jodoh, akhirnya tiba juga di rumah sahabat mertuaku. Bertemulah senyum dan haru di wajah mereka.</p>
<p>Si <em>Kijang Jelek</em> bukan seperti namanya. Tapi <em>Kijang</em> kesayangan anakku ini sudah bisa membuat keluargaku senang terutama orang tua kami yang sangat bahagia dapat bertemu dengan orang-orang yang sudah lama tidak mereka jumpai, menghantarkan pertemuan sahabat dan keluarga yang sudah lama terpisah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adams.web.id/2008/07/19/dengan-kijang-jelek-akhirnya-bersua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blighted Ovum Istriku</title>
		<link>http://adams.web.id/2008/07/05/blighted-ovum-istriku/</link>
		<comments>http://adams.web.id/2008/07/05/blighted-ovum-istriku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 17:25:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adam Sundana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Blighted ovum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adams.web.id/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[Bekasi 7 Juni 08 &#62; Periksa kehamilan pertama ke dokter di RSIA Hermina Bekasi, karena beberapa hari sebelumnya melakukan pengecekan urin dan hasilnya postif. Dr Puji mengatakan bahwa janin belum terlihat, perkiraan umur kehamilan waktu itu adalah 7 minggu. Saran beliau untuk kembali di cek olehnya 2 minggu kemudian. Bekasi 21 Juni 08 &#62; Pemeriksaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bekasi 7 Juni 08 &gt; Periksa kehamilan pertama ke dokter di RSIA Hermina Bekasi, karena beberapa hari sebelumnya melakukan pengecekan urin dan hasilnya postif. Dr Puji mengatakan bahwa janin belum terlihat, perkiraan umur kehamilan waktu itu adalah 7 minggu. Saran beliau untuk kembali di cek olehnya 2 minggu kemudian.</p>
<p>Bekasi 21 Juni 08 &gt; Pemeriksaan kedua oleh Dr Puji dan beliau memberitahukan bahwa bisa jadi ini merupakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Anembryonic_gestation" rel="nofollow" title="Blighted Ovum"  target="_blank">Blighted Ovum</a>. Beliau memberikan perintah untuk kembali lagi sabtu berikutnya dan berdoa agar si janin terlihat atau segera kembali jika ada Pendarahan tanpa harus menunggu sabtu.</p>
<p>Bekasi 23 Juni 08 &gt; Fitri (istri saya) mengalami pendarahan pada saat kerja dan langsung menuju RSIA Hermina Bekasi, saya menyusul langsung dari tempat kerja. Setelah bertemu dengan Dr Puji, beliau menginformasikan harus ambil tindakan <em>Kuretase</em> besok pagi. Apa yang bisa saya katakan, cuma berdoa semoga semua dapat mengambil hikmah dari kejadian ini.</p>
<p>Berikut hasil <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Medical_ultrasonography" rel="nofollow" title="Ultrasonography"  target="_blank"><em>ultrasonografi </em></a>(USG) setelah pendarahan,</p>
<p><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/rN2ClGVv8Wtiud6S3dac1A?feat=embedwebsite" rel="nofollow" ><img src="http://lh4.ggpht.com/_32GQJIYO6Mg/SVJ5sXEUdYI/AAAAAAAAAUo/6G51l2tKJ_E/s288/blighted%20ovum.jpg" alt="" /></a></p>
<p>Bekasi 24 Juni 08 &gt; Operasi Kuretase berjalan dengan lancar, Fitri bisa kembali ke rumah dengan masa pemulihan 1 minggu.</p>
<p>Dari hasil pencarian tentang Blighted Ovum yang saya bisa kutip dari <a href="www.halohalo.co.id" rel="nofollow" title="halohalo.co.id"  target="_blank">www.halohalo.co.id</a> bahwa,</p>
<blockquote><p><em>Blighted ovum </em>adalah suatu kehamilan tanpa dijumpai adanya pertumbuhan embrio. Pada kehamilan kosong, plasenta dan kantung kehamilan tetap berkembang secara normal, yang menjadi masalah hanyalah perkembangan janinnya,&#8221; tukas Dr. Andon Hestiantoro, SpOG.</p></blockquote>
<p>jika ingin membaca lengkapnya bisa di <a href="http://www.halohalo.co.id/berita/berita/35/0/1452/Mengenal%20Lebih%20Jauh%20Kehamilan%20Kosong%20(Blighted%20Ovum).htm" rel="nofollow" title="halohalo.co.id"  target="_blank">sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adams.web.id/2008/07/05/blighted-ovum-istriku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat jalan Yan</title>
		<link>http://adams.web.id/2008/04/03/selamat-jalan-yan/</link>
		<comments>http://adams.web.id/2008/04/03/selamat-jalan-yan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 14:24:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adam Sundana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adams.web.id/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Siang itu 01 April 2008 kira-kira jam 12 siang Yan akan berangkat kerja, ibunya menawarkan diri untuk bonceng sampai ke tempat kerja karena mereka bekerja di tempat yang sama. &#8220;Ibu berangkat duluan saja, nanti aku belakangan!&#8221;, Ibu pun berangkat. Sampai di tempat kerja dan melihat jam sudah menunjukan 14:00, dalah hati Ibu berkata, &#8220;Kemana si [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siang itu 01 April 2008 kira-kira jam 12 siang Yan akan berangkat kerja, ibunya menawarkan diri untuk bonceng sampai ke tempat kerja karena mereka bekerja di tempat yang sama. &#8220;Ibu berangkat duluan saja, nanti aku belakangan!&#8221;, Ibu pun berangkat.</p>
<p>Sampai di tempat kerja dan melihat jam sudah menunjukan 14:00, dalah hati Ibu berkata, &#8220;Kemana si Yan jam segini belum datang, mungkin dia ga masuk?&#8221;</p>
<p>Dan cerita pun dimulai, 1 jam kemudian setelah si Ibu berangkat, Yan pun mulai mengendari Satria F150 nya berangkat dari rumah. Saat di jalan raya Daan Mogot dengan asyiknya dia menarik gas, tiba-tiba didepannya ada sepeda motor nge-Rem mendadak. Banting setir ke kanan, Naas dari belakang sebuah angkot menghajar dan Yan terhempas ke jalan dengan helmet terlepas dari kepalanya. Mungkin kepala membentur Jalanan atau Trotoar, orang-orang di sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung menghampirinya. Yang membuat kami kesal adalah adanya segelintir orang yang memanfaatkan kejadian tersebut untuk memperkaya diri mereka. Dompet, tas, telepon genggam dan Helmet raib dari tempat kejadian. Mungkin ini kejadian yang kesekian kali kita dengar, tapi begitu teganya mereka melakukan hal tersebut.</p>
<p>Sang supir angkot tidak melarikan diri, dia langsung membawa Yan kerumah sakit terdekat dan menyerahkan dirinya ke Kantor Polisi. Pihak rumah sakit kesulitan untuk menghubungi keluarga karena tidak ada identitas sama sekali dan korbanpun kurang begitu ditangani pada masa kritisnya.</p>
<p>Polisi pun mengambil tindakan dengan mencari data atas nama siapa Nomor Polisi motor Satria tersebut. Keesokan harinya 2 April 2008 pada jam 9 pagi, rumah keluarga dididatangi oleh polisi. Mereka diminta untuk segera datang ke rumah sakit dan melihat korban di kamar Kamboja. Sampai rumah sakit tidak disangka bahwa kamar kamboja adalah kamar Jenazah, dan mereka mendapat informasi bahwa Yan telah meninggal dunia pada 1 April jam 5 sore. Duka pun meliputi keluarga kami, sampai sekarang kejadian tersebut masih seperti mimpi.</p>
<p><em>Selamat jalan Yan, adik sepupu ku yang ramah dan sopan, semoga kau mendapat kelapangan di sisiNya. Cinta dan doa kami selalu menyertaimu.</em></p>
<p>Saya berharap kejadian ini menjadi salah satu contoh untuk kita agar selalu menerapkan Aman Berkendara (Safety Riding), jangan lupa untuk Klik Helmet, gunakan Spion, dan perhatikan kecepatan anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adams.web.id/2008/04/03/selamat-jalan-yan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Senyum Mauza</title>
		<link>http://adams.web.id/2006/06/01/senyum-mauza/</link>
		<comments>http://adams.web.id/2006/06/01/senyum-mauza/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jun 2006 14:30:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adam Sundana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cukuskumir.6te.net/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Senyum Mauza ngangeni deh. ga boleh liat kamera, langsung nyengir.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Senyum Mauza ngangeni deh. ga boleh liat kamera, langsung nyengir. <img src='http://adams.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/65356909@N00/157969262/" rel="nofollow" title="Photo Sharing" ><img src="http://static.flickr.com/71/157969262_bd4174dfe0_o.jpg" alt="Senyum Mauza" width="500" height="375" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adams.web.id/2006/06/01/senyum-mauza/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kita Main Yuk Nak&#8230;. !</title>
		<link>http://adams.web.id/2006/01/08/kita-main-yuk-nak/</link>
		<comments>http://adams.web.id/2006/01/08/kita-main-yuk-nak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2006 05:42:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adam Sundana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cukuskumir.6te.net/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Dari www.ayahbunda-online.com Kita Main Yuk, Nak&#8230;. ! Tak hanya rasa gembira yang dirasakan si kecil dalam permainan interaktif . Tapi ia juga bisa belajar banyak tentang dirinya, Anda dan lingkungan sekitarnya. Memang, tak ada yang lebih menyenangkan daripada bermain dengan buah hati tercinta. Apalagi, kegiatan ini bisa pula memperkuat rasa cinta dan kedekatan dengan Anda, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari <a href="http://www.ayahbunda-online.com" rel="nofollow" >www.ayahbunda-online.com</a></p>
<blockquote><p>Kita Main Yuk, Nak&#8230;. !</p>
<p>Tak hanya rasa gembira yang dirasakan si kecil dalam permainan interaktif . Tapi ia juga bisa belajar banyak tentang dirinya, Anda dan lingkungan sekitarnya.</p>
<p>Memang, tak ada yang lebih menyenangkan daripada bermain dengan buah hati tercinta. Apalagi, kegiatan ini bisa pula memperkuat rasa cinta dan kedekatan dengan Anda, ‘guru&#8217; pertamanya. Tapi perlu diingat bahwa ketertarikan dan rentang perhatian ‘murid kecil&#8217; Anda ini berbeda-beda atau terhadap suatu permainan . Jadi, pemberian stimulasi lewat permainan ini sebaiknya tidak berlebihan.</p>
<p>Marsha Gerdes, Ph.D , psikolog yang juga dokter anak di The Children&#8217;s Hospital of Philadelphia, Amerika Serikat, menyarankan agar orang tua cermat memperhatikan ekspresi atau sikap tubuh sang anak saat bermain. Jadi, segeralah berhenti bermain dan beristirahat begitu si kecil memalingkan muka, mengalihkan pandangan matanya, atau rewel.</p>
<p>Selain itu, pilihan permainan dapat dilakukan berdasarkan perkembangan keterampilan, sesuai umurnya. Keterampilan apa saja?</p>
<p>Tingkatkan keterampilan motorik kasarnya</p>
<p>Permainan berikut dapat meningkatkan kemampuan si kecil dalam menggunakan otot-otot besar pada tangan, kaki, dan tubuh.</p>
<p>•  Bayi baru lahir &#8211; 3 bulan: Main kaki dan tangan</p>
<p>Cara: Telentang kan bayi di atas alas yang rata. Sambil menyanyikan lagu favoritnya, tekuk kakinya perlahan-lahan, lalu luruskan kembali. Lakukan beberapa kali. Setelah itu, pegang tangannya, dan gerakkan turun naik perlahan-lahan. Ulangi permainan dalam posisi tidur menyamping atau tengkurap.</p>
<p>Manfaat: Membuat bayi sadar akan tubuhnya. Pada awal kehidupannya, bayi tidak dapat membedakan antara tubuhnya dan tubuh Anda. Seiring dengan irama lagu yang Anda nyanyikan, Anda juga dapat membantunya melakukan koordinasi gerakan-gerakan yang sederhana.</p>
<p>•  Usia 4-7 bulan: Ayo, ambil bolanya!</p>
<p>Cara: Letakkan bola plastik kecil di atas gelas kertas dengan posisi di luar jangkauan si kecil. Lalu, tunjukkan bagaimana cara mengambil dan menjatuhkannya. Bila perlu, geser bola hingga dekat dengannya.</p>
<p>Manfaat: Membantunya mengembangkan kemampuan koordinasi tangan, mata dan kakinya. Selain itu, aksi meraih sesuatu akan memberi pemahaman   pada si kecil kalau ia dapat menggerakkan tubuhnya maju. Dengan begini, ia akan ‘bersemangat” untuk merangkak kelak.</p>
<p>•  Usia 8-12 bulan: Mana mainanku?</p>
<p>Cara: Bayi-bayi usia ini biasanya sudah mulai merangkak. Jadi, mengapa Anda tidak bergabung saja dengannya? Sebelumnya, tunjukkan padanya Anda menyembunyikan mainan berbunyi di bawah selembar selimut yang dihamparkan di depannya. Lalu, katakan, “Yuk, cari sama-sama!” Merangkaklah di belakangnya (seolah-olah sedang mengejarnya), dan bantu dia menemukan mainannya.</p>
<p>Manfaat: Selain melatih koordinasi dan kekuatan otot-ototnya, permainan ini juga melatih daya ingatnya.</p>
<p>Meningkatkan keterampilan motorik halus</p>
<p>Dengan beberapa permainan ini, bayi dapat melatih keterampilan dan koordinasi otot-otot halusnya. Misalnya, otot-otot jari tangan, jari kaki, pergelangan tangan, bibir, dan lidah.</p>
<p>•  0 – 3 bulan: Hai, kamu menangkapku</p>
<p>Cara: Gelitik telapak tangan si kecil dengan jari tangan Anda. Saat dia menangkap jari tangan Anda, goyangkan saja sambil berkata, “Kamu telah menangkapku!” Biar seru, gerakkan jari tangan Anda ‘keluar masuk&#8217; genggaman tangannya.</p>
<p>Manfaat: Selain melatih otot-ototnya, upaya si kecil untuk menggenggam jari tangan Anda memberikan keasyikan tersendiri.</p>
<p>•  Usia 4-7 bulan: Tekan pipiku</p>
<p>Cara: Pangku si kecil menghadap Anda (bila perlu, sangga punggungnya). Kembungkan pipi Anda, lalu kempiskan dengan jari telunjuk Anda sambil mengatakan, “Puh.” Ulangi gerakan agar si kecil meniru hal yang sama dengan pipi Anda. Tunjukkan pula padanya kalau ia menekan hidung Anda, Anda akan bersuara, “Beep-beep.” Jika ia menarik kuping Anda, Anda akan menjulurkan lidah.</p>
<p>Manfaat: Permainan ini akan mengembangkan koordinasi tangan dan matanya. Selain itu, ia juga belajar kalau tangannya bisa jadi ‘alat&#8217; untuk menyebabkan terjadinya sesuatu.</p>
<p>•  Usia 8-12 bulan: Kotak ajaib</p>
<p>Cara: Masukkan beberapa benda kecil, seperti bola, bel, atau boneka, ke dalam kotak. Berikan kotak pada bayi Anda, lalu biarkan ia memeriksa isinya dan mengosongkannya. Selanjutnya, lihat apakah ia dapat menaruh kembali semua benda ke dalamnya.</p>
<p>Manfaat: Tanpa disadari, si kecil belajar untuk membunyikan bel dengan menggerakkan pergelangan tangannya, atau menjatuhkan bola saat membuka tangannya. Pada usia 9 bulan, Anda dapat melatihnya mengambil benda kecil dengan telunjuk dan ibu jarinya. Namun, jangan berikan benda atau mainan yang diameternya kurang dari 3 cm dan panjangnya kurang dari 2 cm.</p>
<p>Merangsang kepekaan sensori</p>
<p>Coba beberapa permainan ini untuk merangsang kepekaan pancainderanya.</p>
<p>•  Bayi baru lahir – 3 bulan: Lihat wajahku</p>
<p>Cara: Pangku si kecil menghadap Anda (wajahnya kurang lebih 20-30 cm dari wajah Anda). Sambil bernyanyi dan melakukan kontak mata, turun naikkan tubuhnya perlahan-lahan mengikuti irama lagu.</p>
<p>Catatan: Si kecil akan menikmati ayunan dan lagu yang Anda nyanyikan sambil mengamati ‘mainan&#8217; favoritnya, wajah Anda.</p>
<p>•  Usia 4-7 bulan: Main gelitik</p>
<p>Cara 1: Baringkan si kecil dalam posisi setengah duduk atau telentang. Lakukan gerakan seolah-olah Anda bersin sambil berujar “Haashiii!” dan tempelkan wajah Anda ke perutnya. Biarkan untuk beberapa saat (hal ini biasanya membuat si kecil tertawa geli).</p>
<p>Cara 2: Mainkan jari-jari tangan Anda pada jari-jari kaki si kecil. Lalu, gerakkan jari-jari tangan Anda ke atas menyusuri tubuhnya sampai ke bawah dagunya. Gelitik sebentar dagunya sambil ucapkan suara-suara tertentu.</p>
<p>Catatan: Ketika mengulangi permainan ini, si kecil akan menikmati sensasi yang timbul sambil menanti-nantikan aksi Anda selanjutnya.</p>
<p>•  Usia 8-12 bulan: Melukis dengan makanan</p>
<p>Cara: Umumnya, bayi senang bermain-main dengan makanannya. Jadi, tidak ada salahnya bila sekali-sekali Anda membiarkannya melukis meja atau alas makannya dengan bubur, jeli atau krim mentega. Tunjukkan padanya bagaimana membuat lingkaran, garis, atau bentuk sederhana lainnya.</p>
<p>Catatan: Si kecil pasti menikmati kegiatan ini. Apalagi, bila Anda lalu mengajaknya mandi busa untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang menempel di wajah dan tubuhnya. Asyik banget deh.</p>
<p>Menonjolkan keterampilan sosial</p>
<p>Melalui permainan berikut, Anda dapat mengasah kemampuan bayi Anda dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain.</p>
<p>•  Bayi baru lahir – 3 bulan: Peniru cilik</p>
<p>Cara: Letakkan bayi dalam posisi berbaring atau duduk menghadap Anda. Coba lakukan gerakan berikut ini secara berurut: keluarkan lidah Anda, buka mulut lebar-lebar, tersenyum, kerutkan atau kecap bibir, dan buat aneka suara menggoda. Selesai melakukan satu jenis gerakan, katakan padanya, “Sekarang, kamu coba,” lalu beri kesempatan padanya untuk meniru. Atau, Anda dapat juga meniru ekspresi lucu si kecil.</p>
<p>Manfaat: Selain belajar berinteraksi dengan Anda, permainan ini akan mengajar si kecil bagaimana rasanya berganti peran atau menanti giliran.</p>
<p>•  Usia 4-7 bulan: Menjatuhkan barang</p>
<p>Cara: Taruh keranjang di tempat ia biasa menjatuhkan barang. Lalu, berilah mainan yang tahan pecah, misalnya bola tenis atau boneka empuk, untuk dijatuhkan ke dalam keranjang.</p>
<p>Manfaat: Sekarang aktor cilik Anda sadar bahwa ia punya penonton untuk setiap aksinya. Dan, ia lagi senang-senangnya menjatuhkan barang atau mainan sekadar ‘memancing&#8217; reaksi Anda. Nah, kegiatan ini akan mengajarinya tentang sebab akibat. Ia juga akan terlatih untuk bersabar saat menanti Anda memberikan kembali mainannya.</p>
<p>•  Usia 8-12 bulan: Ci luk ba</p>
<p>Cara: Duduklah berhadap-hadapan dengan bayi. Letakkan mainan kecil di salah satu tangan, lalu kepalkan kedua tangan Anda. Bertanyalah padanya, “Di mana mainanmu?” Begitu ia berhasil menunjuk tangan yang benar, tukar letak mainannya di hadapannya, lalu ulangi permainan.</p>
<p>Manfaat: Dapat membantu meningkatkan daya ingatnya, dan memberi pelajaran padanya bahwa sesuatu atau seseorang yang pergi dapat saja kembali. Latihan ini juga akan memupuk rasa aman pada bayi sekaligus menyenangkannya.</p>
<p>Mendorong keterampilan berbahasa</p>
<p>Permainan ini akan membantu mengembangkan kemampuan bayi untuk berbagi informasi, mengekspresikan emosi, serta memperoleh pengertian dari orang dan lingkungan di sekitarnya.</p>
<p>•  Bayi baru lahir &#8211; 3 bulan: Tanya jawab</p>
<p>Cara: Lakukan kontak mata dengan bayi Anda, lalu bertanyalah, “Di mana dagumu?” Tirulah suara menelan, lalu berseru, “Ini dia dagumu!” sambil menggelitik bawah dagunya. Ulangi untuk anggota tubuh yang lain. Jangan lupa. gunakan suara-suara dan ekspresi yang berlainan untuk masing-masing anggota tubuh.</p>
<p>Manfaat: Semakin banyak variasi, semakin mengasyikkan bagi si kecil. Walau belum mengerti apa yang Anda ucapkan, ia belajar nada suara dan struktur bahasa berupa tanya jawab dari suatu percakapan.</p>
<p>•  Usia 4-7 bulan: Bermain musik</p>
<p>Cara: Pada usia 6 bulan, si kecil mulai dapat menyisipkan huruf-huruf konsonan pada ucapannya. Tirulah ucapannya, misalnya ba ba ba, da da da, atau ma ma ma, saat Anda bermain musik bersamanya. Letakkan sebuah drum, ember plastik, atau kaleng bertutup di atas lantai di hadapan Anda berdua. Bila perlu, beri si kecil alat bantu untuk memukul, seperti sendok kayu. Kalau si kecil tidak mau memukul apapun, ajak bertepuk tangan sambil ucapkan, “Ba ba ba.”</p>
<p>Manfaat: Dapat membantu mengembangkan keterampilan mendengarnya. Ia juga akan belajar menikmati irama dengan tempo yang berbeda-beda.</p>
<p>•  Usia 8-12 bulan: Suara binatang</p>
<p>Cara: Letakkan 3 buah boneka binatang, misalnya anjing, bebek dan kucing, di atas lantai di hadapan Anda berdua. Nyanyikan lagu tentang binatang. Saat Anda menyebut nama seekor binatang, buatlah boneka binatang itu seolah-olah menari sambil Anda tiru suaranya. Lalu, tanyakan pada si kecil, “Yang mana bebek? Bagaimana suaranya?” Jangan cemas jika si kecil diam saja. Tunjukkan padanya dan perdengarkan kembali suaranya.</p>
<p>Manfaat: Kombinasi penglihatan dan pendengaran ini akan membuat bayi tertarik belajar berkata-kata. Secara bertahap, dia akan dapat merangkai kata-katanya sendiri.</p>
<p>Dewi Handajani</p>
<p>Boks:<br />
Perhatian, Perhatian!</p>
<p>•  Aturan bermain dengan bayi cukup sederhana . Biarkan ia melakukan hal yang disukainya asal aktivitas itu tidak membahayakannya.</p>
<p>•  Bersenandung, bernyanyi, bersiul, atau ajak bercakap-cakap selama Anda menemani bermain. Ini dapat mendukung perkembangan kelima inderanya. Apalagi, bila Anda melakukannya dengan ekspresi dan bahasa tubuh yang menyenangkan.</p>
<p>•  Bayi butuh rasa percaya kalau ia akan dirawat dan diasuh dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Pelukan, ciuman, senyuman, dan ayunan Anda selama bermain adalah cara untuk mengembangkan rasa percayanya.</p></blockquote>
<p>Memang ternyata setelah dicoba dia suka sekali <img src='http://adams.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adams.web.id/2006/01/08/kita-main-yuk-nak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>My Litle Boy</title>
		<link>http://adams.web.id/2005/12/27/my-litle-boy/</link>
		<comments>http://adams.web.id/2005/12/27/my-litle-boy/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2005 14:08:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adam Sundana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cukuskumir.6te.net/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Ibunya panggil dia Mauza kependekan dari Ahmad Maulana Faiz Adam. Waktu lahir gondrong deh, pas di botakin lucu bgt sih kamu sekarang beratnya 4,25 kg (baru 2 minggu tuh) cepat besar yah sayang]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="/wp-content/wallmauzacopy2.jpg" alt="Mauza" width="467" height="350" /></p>
<p>Ibunya panggil dia Mauza kependekan dari Ahmad Maulana Faiz Adam.<br />
Waktu lahir gondrong deh, pas di botakin lucu bgt sih kamu <img src='http://adams.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
sekarang beratnya 4,25 kg (baru 2 minggu tuh)<br />
cepat besar yah sayang <img src='http://adams.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adams.web.id/2005/12/27/my-litle-boy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ahmad Maulana Faiz Adam</title>
		<link>http://adams.web.id/2005/12/13/ahmad-maulana-faiz-adam/</link>
		<comments>http://adams.web.id/2005/12/13/ahmad-maulana-faiz-adam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2005 13:23:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adam Sundana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cukuskumir.6te.net/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Hari sabtu tanggal 10 des 05 lalu adalah hari di mana semua keajaiban Illahi itu terjadi. Pagi-pagi sekali Istri tercinta sudah membangunkan diriku, &#8220;hari ini kita jadi ke dokter ga?&#8221;, kurang lebih seperti itu dia tanya. Akhirnya kita berangkat ke dokter kandungan* jam 07:00 dari rumah, karena dia praktek pagi dari jam 07:00 &#8211; 08:00 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari sabtu tanggal 10 des 05 lalu adalah hari di mana semua keajaiban Illahi itu terjadi. Pagi-pagi sekali Istri tercinta sudah membangunkan diriku, <em>&#8220;hari ini kita jadi ke dokter ga?&#8221;</em>, kurang lebih seperti itu dia tanya. Akhirnya kita berangkat ke dokter kandungan* jam 07:00 dari rumah, karena dia praktek pagi dari jam 07:00 &#8211; 08:00 waktu pulo gebang permai <img src='http://adams.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Sampai di dokter langsung istriku diperiksa, ternyata kepala si bayi sudah masuk ke panggul, tetapi kok ibunya tidak merasakan mules-mules? Akhirnya si dokter menyarankan rekam jantung bayi, dia sebut CTG. Dari hasil rekaman CTG tersebut kita bisa lihat grafik yang menerangkan detak jantung bayi dan gerakan tubuhnya di dalam kandungan.</p>
<p>Sekitar pukul 08:30 kami (saya dan istri) berangkat menuju rumah sakit Mitra Keluarga Bekasi barat, sampai di sana istriku langsung masuk kamar bersalin dan instrumen-instrumen CTG langsung dipasang ke tubuhnya. Lumayan lama nunggunya kira-kira 20 menit, karena istriku hanya boleh berbaring ditempat tidur dan tidak boleh gerak-gerak.<br />
Setelah dapat hasil dari grafik yang dicetak oleh alat CTG tadi, kami langsung menuju ke perumnas 1 untuk mampir menunggu waktu, karena akan bertemu kembali dengan dokter untuk memberikan hasil CTG tersebut.</p>
<p>Sekitar jam 17:00 kita sudah sampai di Pulo Gebang Permai, langsung saja setelah mandi kita menuju tempat dokter Yanuar karena dia ada praktek sore jam 16:00 &#8211; 18:00. Kita langsung memberikan hasil CTG tadi, dan beliau membacanya. Ternyata hasilnya kurang bagus, dengan penjelasan bahwa kondisi si bayi sudah terlalu tua dan dia sudah susah untuk bergerak. Jadi dia menyarankan untuk rekam CTG ulang, karena mungkin saja pada saat direkam pagi tadi si Bayi sedang tidur. Meskipun hasilnya jadi lebih baik pada saat rekam berikutnya atau bahkan 3 hari kedepan si dokter Yanuar tetap akan melakukan sesar apabila si ibu tidak merasakan mules-mules.<br />
Kesimpulannya cepat atau lambat tetap tidak akan dilakukan persalinan normal karena si dokter tidak ingin melakukan induksi yang dapat menyebabkan kelemahan pada otak si bayi.</p>
<p>Sebelum adzan maghrib kami sudah sampai di rumah dan menjelaskan apa yang telah dokter terangkan. Mertuaku mengatakan, <em>&#8220;Ya sudah tenang dulu, makan dulu! Ba&#8217;da Isya kita berangkat ke Mitra Keluarga!&#8221;</em><br />
Sampai di Mitra istriku melakukan proses yang sama seperti tadi pagi. Setelah hasil rekam diberikan kami kembali ke Pulo Gebang dan menyerahkan hasil rekam ke dokter Roni, kok dokter Roni? Sebab dokter Yanuar belum kembali dari praktek di rumah sakit. Ternyata dokter Roni menjelaskan hal yang sama dengan dokter Yanuar setelah membaca hasilnya. Jadi dokter Roni putuskan untuk Operasi malam itu juga sekitar pukul 23:00 &#8211; 24:00.</p>
<p>Jam 22:30 kita sudah sampai rumah sakit dan isriku segera di bawa ke ruang persiapan operasi. Setelah tanda tangan di atas pernyataan yang bersedia dilakukannya operasi, saya harus berpisah dengan istri tercinta dan kami pun menunggu di luar ruang operasi. Malam itu ada ayah dan mama dari istriku beserta adik ipar, juga ada mamaku, papa sedang dalam perjalanan.<br />
Setelah melihat raut-raut muka yang tegang, pada jam 01:15 11 des 2005 seorang bidan keluar, membawa seorang bayi mungil berkulit putih yang masih sedikit kotor karena darah berkata, <em>&#8220;Selamat ya bayinya laki-laki! bapaknya yang mana? Selamat dulu dong.&#8221;</em> Bagaikan mimpi, saya dapat mencium bayi tersebut. Para anggota keluarga langsung berkerumun dan terlihat sangat bersuka cita. Setelah sadar aku langsung bertanya pada bidan tersebut,<em> &#8220;Ibunya gimana?&#8221;</em> di jawab dengan senyum, <em>&#8220;Sehat kok, tadi udah nyium-nyium anaknya!&#8221;</em></p>
<p>Ya Alloh aku bersyukur atas apa yang telah Kau berikan kepada kami!<br />
Terima kasih buat Pa+Ma juga Ayah+mama sama Djoko yang udah nemenin ngerokok, jg adik-adikku yang nunggu rumah.<br />
Terima kasih juga buat semua yang sudah mendoakan <img src='http://adams.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .<br />
Buat anak <a href="http://groups.yahoo.com/group/Pure_Saturday" rel="nofollow" >milis PS</a> (Oyip, Nove, Ajie, Azil, Dapit, Desonk, juga yg lainnya) yang pada dateng ke News Cafe (suatu saat kita pasti nonton gig PS bareng-bareng).<br />
Terima kasih untuk Dr. Yanuar dan Dr. Roni serta 2 dokter yang lain, saya tidak tahu namanya, terima kasih untuk si Bidan dan beberapa suster yang membantu proses persalinan istriku.<br />
Kini hari-hariku diwarnai oleh tangis dan tawa <strong>Ahmad Maulana Faiz Adam</strong>, dengan berat 3,7 kg serta panjang 50 cm.</p>
<p>ini footnote *Dr. Yanuar Jak SpOG</p>
<p><em>ps: mataku berkaca-kaca pada saat tulisan ini kubuat!</em><br />
Photonya menyusul.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adams.web.id/2005/12/13/ahmad-maulana-faiz-adam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>OOT: Adam sudah jadi Bapak?</title>
		<link>http://adams.web.id/2005/12/07/oot-adam-sudah-jadi-bapak/</link>
		<comments>http://adams.web.id/2005/12/07/oot-adam-sudah-jadi-bapak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2005 13:46:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adam Sundana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cukuskumir.6te.net/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Siang tadi gw kebingungan dapet telp dari Desonk di Bandung, tiba tiba dia bilang, &#8220;Adam selamat yah udah jadi Bapak, cowo apa cewe?&#8221;, loh loh&#8230; ada apa ini? Gw bilang gini, &#8220;Anak gw belom lahir kali, lo tau dari siapa?&#8221;, terus dia jawab, &#8220;Dari Azil tuh Dam!&#8221; oh oh oh&#8230; jadi yg bikin gosip ternyata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siang tadi gw kebingungan dapet telp dari Desonk di Bandung, tiba tiba dia bilang, &#8220;Adam selamat yah udah jadi Bapak, cowo apa cewe?&#8221;, loh loh&#8230; ada apa ini?<br />
Gw bilang gini, &#8220;Anak gw belom lahir kali, lo tau dari siapa?&#8221;, terus dia jawab, &#8220;Dari Azil tuh Dam!&#8221;<br />
oh oh oh&#8230; jadi yg bikin gosip ternyata si Azil, dasar tuh anak.</p>
<p>Karena penasaran, apa sih yg ditulis si <a href="http://blogs.mit.edu/azil/" rel="nofollow" >Azil</a> di <a href="http://groups.yahoo.com/group/Pure_Saturday/" rel="nofollow" >milis PS</a>? ternyata dia email kaya gini nih:</p>
<blockquote><p>Dari: Azil Adi Permana<br />
Balas ke: Pure_Saturday@yahoogroups.com<br />
Kepada: Pure_Saturday@yahoogroups.com<br />
Tanggal: Dec 7, 2005 9:18 AM<br />
Judul: [Pure_Saturday] OOT: Adam sudah jadi Bapak?</p>
<p>SELAMAT!!!!! dan jangan lupa MAKAN &#8211; MAKAN(tm)</p>
<p>*begitu, harus pake tag OOT kalau mau posting tapi gak ada hubungannya<br />
sama milis yang bersangkutan*</p>
<p>&#8211;<br />
- &#8211; -<br />
******<br />
Azil Adi Permana</p></blockquote>
<p>menurut gw sih dia lagi nanya dan kasih contoh kali yah, gimana posting di milis klo ga ada hubungannya dengan milis tersebut.<br />
Jadi pada repot kasih selamat sama gw deh.<br />
Btw thx yah semua, doain aja biar ibunya sehat anak gw jg sehat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adams.web.id/2005/12/07/oot-adam-sudah-jadi-bapak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

