<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Adam Sundana WeBlog &#187; Blog Kompetisi</title>
	<atom:link href="http://adams.web.id/tag/blog-kompetisi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adams.web.id</link>
	<description>Pengejaran Terhadap Mimpi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Aug 2010 15:05:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>RUMAH ITU SELALU ADA DI MIMPIKU</title>
		<link>http://adams.web.id/2009/07/24/rumah-itu-selalu-ada-di-mimpiku/</link>
		<comments>http://adams.web.id/2009/07/24/rumah-itu-selalu-ada-di-mimpiku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 18:59:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adam Sundana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Blog Kompetisi]]></category>
		<category><![CDATA[PropertyKita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adams.web.id/?p=453</guid>
		<description><![CDATA[Tiba-tiba saja pagi itu anak-anak berlarian ke luar rumah sambil tertawa terbahak-bahak sambil menatap orang tua mereka, melihat cucu kami yang mulai menirukan gaya seorang rocker yang sedang melantunkan tembang rock yang saya tidak kenal karena sudah bukan waktunya untuk mendengarkan lagu-lagu keras seperti dulu. Dari kejauhan aku tersenyum sambil melanjutkan memotong rumput yang sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/hl4m5J185umyPDsUxu92Ng?feat=embedwebsite"><img class="alignleft" style="border: 2px solid black; margin: 5px;" src="http://lh3.ggpht.com/_32GQJIYO6Mg/SmirxvvInrI/AAAAAAAAAyo/12wPT4t8sh8/s800/Rumah%20Impianku.jpg" alt="" width="318" height="245" /></a>Tiba-tiba saja pagi itu anak-anak berlarian ke luar rumah sambil tertawa terbahak-bahak sambil menatap orang tua mereka, melihat cucu kami yang mulai menirukan gaya seorang rocker yang sedang melantunkan tembang rock yang saya tidak kenal karena sudah bukan waktunya untuk mendengarkan lagu-lagu keras seperti dulu.</p>
<p>Dari kejauhan aku tersenyum sambil melanjutkan memotong rumput yang sudah mulai tinggi di halaman depan, istriku dengan setia menemani sambil memegang sebuah keranjang sampah yang sudah tidak menarik lagi warnanya.<br />
&#8220;Coba itu lihat cucumu, persis kelakuan anakmu saat dia mulai bisa bernyanyi!&#8221;, sambil tersenyum dia menatap.<br />
&#8220;Darah rockernya kental mengalir, yah seperti kakeknya ini!&#8221;, sambutku.<br />
Meskipun jarak kami agak jauh dari teras rumah, tapi hingar-bingar dua keluarga anak-anak kami terdengar dengan senangnya.</p>
<p>Dua anak putra-putri, dua menantu dan tiga orang cucu mengisi kesepian kami saat mereka datang berkunjung di akhir pekan. Tidak banyak yang kami lakukan, hanya senda-gurau untuk mengobati rasa rindu sepasang kakek-nenek yang mulai menghabiskan masa tua di rumah yang kami idam-idamkan lebih dari tiga puluh tahun lalu.</p>
<p>Meskipun saat ini modelnya sudah ketinggalan tapi keringat dan kasih sayang kami untuk membangun rumah tersebut tidak akan pernah meninggalkan kesan. Tawa, tangis, emosi, ide-ide konyol dan guratan-guratan pensil warna karya maestro kecil yang selalu kami cat kembali setiap tahunnya masih terasa sampai hari ini.</p>
<p>Tiga kamar tidur, sebuah ruang keluarga yang mewakili ruang tamu dan dapur serta ruang makan seadanya tidak banyak berubah sejak pertama kali kami membuatnya. Dua kamar anak-anak kami menjadi penawar rindu saat mengingat mereka tumbuh menjadi pribadi seorang manusia. Tempat tidur dan lemari pakaian mereka masih pada posisi yang sama saat mereka meninggalkan untuk membangun sebuah keluarga.<br />
<span id="more-453"></span><br />
Sore harinya mereka mengajak kami untuk duduk-duduk sambil melihat anak mereka berlarian di halaman rumah, dua kursi tempa yang kami letakkan di halaman tersebut cukup membuat kami santai menghabisi sore hari dengan cerita dan keluh kesah mereka sehari-hari.<br />
&#8220;Hidup&#8230; keluarga ini hidup, tidak jauh meleset dari mimpi Ayah dulu!&#8221;<br />
&#8220;Waow&#8230; Ayah kita ternyata punya mimpi&#8230;&#8221;, sambil memainkan alis mata sebelah kirinya Mauza menggodaku.<br />
&#8220;Iya, tidak satupun kekecewaan itu hadir sampai hari ini, dan kalian membuat Ayah dan Ibu bahagia!&#8221;, &#8220;Nikmatilah hidup kalian agar bisa berkumpul seperti ini saat tua nanti!&#8221;, lanjutku.</p>
<p>Dan anak-anak mereka masih asyik berlarian sampai salah satunya terjatuh, dengan segera neneknya menggendong karena tangisnya memecah pembicaraan kami. Adzan Maghrib berkumandang, kami pun bergegas masuk ke dalam rumah.<br />
Usai sholat Maghrib dan makan malam kami berkumpul diruang keluarga melanjutkan pembicaraan sore tadi, tidak ada topik yang berat dalam pembicaraan tersebut.</p>
<p>Aku berdiri dari tempat duduk berencana mengambil segelas air di meja makan, dahaga ini terasa haus. Tapi saat melewati lorong menuju meja makan, Bukkk&#8230; kepala ini membentur salah satu sisi dinding lorong, mereka berlari dengan kagetnya menuju badan ini yang sudah terlentang di lantai.<br />
Sayup-sayup suara mereka memanggilku, &#8220;Ayah&#8230; Ayah&#8230; Kakek&#8230; Kakek&#8230;&#8221;, ada suara tangis juga namun terdengar jauh di telinga ini.<br />
Sambil mencoba menahan sakit kepala dan sayup-sayup suara mereka yang masih terdengar, ingatan ini mencoba merunut semua kejadian sejak kami pindah ke rumah ini. Menurunkan barang-barang dari mobil yang mengangkut kepindahan, kemudian saat anak kedua kami lahir, boks bayi yang kami lipat karena sudah tidak terpakai, pernikahan anak-anak, lebaran dirumah ini. &#8220;Ayahh&#8230;&#8221;, sayup itu terdengar lagi.</p>
<p>Masih&#8230; runutan itu masih terlintas, banyak dan terus sampai aku mulai mengingat saat kamarin sore mereka datang membawakan kami sebuah bingkai foto mereka, aku dan istriku yang memotong rumput, obrolan sore di taman.<br />
Dan mata ini mulai gelap&#8230; gelap&#8230; &#8220;Ayah&#8230; Ayah&#8230; Ayah&#8230;&#8221;, mulai terdengar ada yang merengek di telinga ini dan semakin kecil suaranya sambil menggoyangkan badan ini. Mungkin sampai disini Cinta dan Hidupku di Rumah Impianku ini&#8230;</p>
<p>&#8220;Ayah&#8230; Ayah&#8230; Ayah&#8230;&#8221;, sambil merengek, &#8220;Ayah&#8230; ayo kita lari pagi&#8230; kan Ayah libur&#8221;, Mauza kecilku merengek disebelahku.<br />
Sambil tersenyum dan ber-Istighfar dalam hati ini bicara, &#8220;Mimpi akan rumah itu datang lagi hari ini&#8230;&#8221;, semoga mimpi itu terus datang untuk memacuku mengejar mimpi itu membangun rumah kami dengan Cinta dan Kasih Sayang.</p>
<div class='wpfblike' style='height: 40px;'><fb:like href='http://adams.web.id/2009/07/24/rumah-itu-selalu-ada-di-mimpiku/' layout='default' show_faces='false' width='400' action='like' colorscheme='light' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adams.web.id/2009/07/24/rumah-itu-selalu-ada-di-mimpiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemenang Mingguan Blog Kijang</title>
		<link>http://adams.web.id/2008/07/30/pemenang-mingguan-blog-kijang/</link>
		<comments>http://adams.web.id/2008/07/30/pemenang-mingguan-blog-kijang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2008 07:56:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adam Sundana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Blog Kijang]]></category>
		<category><![CDATA[Blog Kompetisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adams.web.id/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan saya, &#8220;Dengan Kijang Jelek Akhirnya Bersua&#8221; ternyata menjadi salah satu pemenang mingguan VI di Kompetisi Blog yang diadakan oleh Toyota Owner Club. Kali ini hanya Replika Kijang Inova, mungkin besok hari adalah Kijang Inova sungguhan , semoga tulisan ini bisa menghantarkan saya beserta keluarga berlibur ke Disneyland Hongkong dan semoga bisa cepat-cepat punya Kijang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/UUNrcb2GZoZLGGCU6bmyLw?feat=embedwebsite"><img src="http://lh4.ggpht.com/_32GQJIYO6Mg/SVJ6VtkP66I/AAAAAAAAAUw/LXSnluUpoe0/s144/Pemenang%20Mingguan%20VI%20Blog%20Kijang.jpg" alt="" /></a></p>
<p>Tulisan saya, &#8220;<a title="Dengan Kijang Jelek Akhirnya Bersua" href="http://adams.web.id/2008/07/19/dengan-kijang-jelek-akhirnya-bersua/">Dengan Kijang Jelek Akhirnya Bersua</a>&#8221; ternyata menjadi salah satu <a title="Pemenang Mingguan VI" href="http://www.toyota-ownerclub.com/blog-kijang/?ar_id=MTc3">pemenang mingguan VI</a> di Kompetisi Blog yang diadakan oleh <a title="Blog Kijang" href="http://www.toyota-ownerclub.com/blog-kijang">Toyota Owner Club</a>.</p>
<p>Kali ini  hanya Replika Kijang Inova, mungkin besok hari adalah Kijang Inova sungguhan <img src='http://adams.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , semoga tulisan ini bisa menghantarkan saya beserta keluarga berlibur ke Disneyland Hongkong dan semoga bisa cepat-cepat punya Kijang Inova bernomor polisi <img src='http://adams.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Amin&#8230;</p>
<div class='wpfblike' style='height: 40px;'><fb:like href='http://adams.web.id/2008/07/30/pemenang-mingguan-blog-kijang/' layout='default' show_faces='false' width='400' action='like' colorscheme='light' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adams.web.id/2008/07/30/pemenang-mingguan-blog-kijang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dengan Kijang Jelek, Akhirnya Bersua</title>
		<link>http://adams.web.id/2008/07/19/dengan-kijang-jelek-akhirnya-bersua/</link>
		<comments>http://adams.web.id/2008/07/19/dengan-kijang-jelek-akhirnya-bersua/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 15:17:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adam Sundana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Blog Kijang]]></category>
		<category><![CDATA[Blog Kompetisi]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Kijang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adams.web.id/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Libur Lebaran Tahun 2007 lalu, kami habiskan di Bandung. Kali ini kita sekeluarga naik Kijang kesayangan anakku, meskipun bukan milik sendiri tapi Kijang tersebut sudah serasa milik pribadi karena hampir setiap acara selalu naik Kijangnya Opa. &#8220;Kijang Jelek Opa&#8221;, itu sebutan kesayangan Mauza anakku untuk mobil favoritnya. Kenapa Kijang Jelek, karena Kijang Opa lebih tua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Libur Lebaran Tahun 2007 lalu, kami habiskan di Bandung. Kali ini kita sekeluarga naik <em>Kijang</em> kesayangan anakku, meskipun bukan milik sendiri tapi <em>Kijang</em> tersebut sudah serasa milik pribadi karena hampir setiap acara selalu naik <em>Kijang</em>nya Opa. &#8220;<em>Kijang Jelek</em> Opa&#8221;, itu sebutan kesayangan Mauza anakku untuk mobil favoritnya. Kenapa <em>Kijang Jelek</em>, karena <em>Kijang</em> Opa lebih tua umurnya dibanding <em>Kijang</em> Mama (Mama itu istri Opa, tapi Mauza terbiasa dengan memanggil mereka Mama &amp; Opa, ga matching kan <img src='http://adams.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  )</p>
<p>Waktu itu, kita berangkat tengah malam dari Jakarta ke Bandung di hari pertama lebaran karena harus ketemu dengan keluarga Engkong (papa saya) di Tebet. Orang tua dan adik-adikku datang ke rumah mertua, karena kita mau jalan dan keluargaku mau sekalian ke Tebet maka kita hantarkan mereka, sekalian sowan dengan keluarga Engkong. Hmmm&#8230; <img src='http://adams.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  untungnya naik <em>Kijang</em>, semua bisa masuk. Aku, Fitri, Mauza, kedua Mertua dan adik ipar, tidak hanya mereka tapi kedua orang tua dan kedua adikku juga masuk semua. <strong>Cukup </strong>dan <strong>Pas</strong> adalah dua kata yang mewakili saat kita jalan ke Tebet.</p>
<p>Setelah bertemu beberapa saat dengan keluarga di Tebet, kami melanjutkan perjalanan ke Bandung tanpa kedua orang tua dan adikku. Tanpa halangan dan kemacetan kami tiba di Bandung lewat tengah malam. Bertindak sebagai juru mudi adalah Joko adik iparku, ngebut sih tidak dan Bandung sudah di depan mata.<br />
Tiba di rumah adik mertuaku, mata sudah tidak mau diajak kompromi tapi Mauza merengek minta lihat <em>Kijang Jelek</em>nya. &#8220;Ayah, kasihan <em>Kijang Jelek</em> Opa sendirian di luar!&#8221;, dasar Mauza, &#8220;<em>Kijang</em> kan mobil jagoan, makanya berani!&#8221;, bantahku, maklum mata sudah tidak kuat. &#8220;Oke ayah.&#8221; Untung dia masih bisa diajak kompromi <img src='http://adams.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pagi harinya rencana kita semua pergi ke Kawah putih, bayak juga motor yang naik ke arah sana, mobil berhenti dan bergerak sedikit-sedikit. Kawah Putih tinggal cerita deh, mertuaku ambil keputusan, &#8220;Lain kali kita coba ke sini lagi, sekarang kita ke rumah Bu&#8217;de Nden yang ada di daerah Ciwidey&#8221;. Bu&#8217;de Nden itu adik dari ipar mertuaku. Mereka sudah lebih dari 10 tahun tidak pernah ketemu. Dulu mertuaku pernah tinggal dan diasuh olehnya. Ya sudahlah, si <em>Kijang Jelek</em> diputar balik turun menembus motor-motor yang mulai semerawut, libur kok ketemu macet kayak di Jakarta. Hari pertama kita lewatkan di rumah Bu&#8217;de Nden dengan cerita kenangan manis mereka.</p>
<p>Hari berikutnya kami berangkat ke Garut buat ketemu sahabat mertuaku, kali ini bukan cuma 10 tahun tidak bertemu tapi lebih dari 20 tahun. Macet jalur mudik bakal menjadi teman di jalan menuju Garut, tapi untuk ketemu dengan sahabat seperjuangannya kami nikmati saja perjalanan tersebut. Jalan naik turun juga macet seperti di puncak Bogor cukup melelahkan, belum lagi sistem buka tutup yang diatur oleh Polantas yang membuat kita dialihkan untuk tidak melewati jalur umum di cagak Nagrek. Alhasil harus lewat daerah Patok Besi yang memutar jauh dan benar-benar lewat jalur alternatif <img src='http://adams.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  . Bukan cuma si <em>Kijang Jelek</em> yang nyasar, di belakang ada 1 mobil sedan bernomor polisi Jakarta yang kebingungan mencari jalan masuk ke kota Garut. Alhamdulillah, setelah tanya sana sini akhirnya tiba juga di Garut.<br />
Tantangan berikutnya adalah mencari rumah sahabat mertuaku, dia cuma ingat kalau rumahnya ada di belakang RSU Garut. Sudah tanya di daerah situ ternyata sudah pindah, untung ada tetangga yang punya nomor kontaknya. Dasar sudah jodoh, akhirnya tiba juga di rumah sahabat mertuaku. Bertemulah senyum dan haru di wajah mereka.</p>
<p>Si <em>Kijang Jelek</em> bukan seperti namanya. Tapi <em>Kijang</em> kesayangan anakku ini sudah bisa membuat keluargaku senang terutama orang tua kami yang sangat bahagia dapat bertemu dengan orang-orang yang sudah lama tidak mereka jumpai, menghantarkan pertemuan sahabat dan keluarga yang sudah lama terpisah.</p>
<div class='wpfblike' style='height: 40px;'><fb:like href='http://adams.web.id/2008/07/19/dengan-kijang-jelek-akhirnya-bersua/' layout='default' show_faces='false' width='400' action='like' colorscheme='light' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adams.web.id/2008/07/19/dengan-kijang-jelek-akhirnya-bersua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
